Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata, “Uma Tinung Kambata, Lestarikan Alam, Lestarikan Budaya, Pasti Bisa”

23 May 2026

Tingkatkan Nilai Tambah Kain Tenun, Bakti BCA Latih Penenun Olah Limbah Wastra Jadi Aksesoris

Bakti BCA, Kopmen Uma Tinung Kambata, Produk Turunan Wastra, Aksesoris Etnik, Limbah Kain Tenun, Zero Waste.

-
SUMBA TIMUR - Sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal, Bakti BCA menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Produk Turunan Wastra. Kegiatan yang ditujukan bagi pengurus, pengawas, dan anggota Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata ini berlangsung pada tanggal 21 hingga 22 Mei 2026 di Rumah Galeri Tirta Hamu Lipanggolu. Sebanyak 50 orang peserta mengikuti kegiatan ini secara antusias. Keterlibatan perempuan dalam pelatihan ini sangat mendominasi, yakni mencapai 34 orang atau 68% dari total peserta, sementara peserta laki-laki berjumlah 16 orang. Selama ini, pemanfaatan wastra oleh kelompok penenun di Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata masih didominasi oleh penjualan produk utama berupa kain tenun, sehingga nilai tambah ekonomi yang dihasilkan belum optimal. Merespons tantangan tersebut, pelatihan ini dirancang untuk membekali para anggota dengan keterampilan mengolah wastra, khususnya pemanfaatan limbah kain tenun atau perca menjadi produk turunan inovatif yang sejalan dengan gerakan zero waste. Di bawah bimbingan praktisi handcraft sekaligus pemilik UMKM Shantiq Ethnic Fashion, Ibu Mariana Domingga, S.E., para peserta mempraktikkan langsung pembuatan berbagai aksesori. Pada hari pertama, pelatihan difokuskan pada praktik pembuatan anting-anting etnik menggunakan pola kardus bekas dan bando berbahan dasar kain perca tenun. Selanjutnya pada hari kedua, peserta diajarkan teknik pembuatan kalung etnik serta gelang kreatif yang dipadukan dengan manik-manik. Selain keterampilan produksi, program Bakti BCA ini juga menyasar pada peningkatan kapasitas manajerial dan pemasaran peserta. Terdapat beberapa capaian strategis yang dihasilkan dari pelatihan ini, di antaranya:Setiap peserta berhasil menyelesaikan dan memproduksi empat jenis produk turunan wastra. - Terdokumentasikannya hasil pengemasan (packaging) sederhana menggunakan plastik bening dan alas karton yang telah dibubuhi stempel identitas koperasi. - Tersusunnya rincian Harga Pokok Penjualan (HPP) dan penetapan harga jual produk turunan secara transparan. - Terlaksananya simulasi pameran untuk melatih mental, cara berkomunikasi, dan kepercayaan diri anggota dalam memasarkan produk kepada konsumen. Sebagai gambaran penetapan harga, melalui diskusi penyusunan HPP, disepakati bahwa total modal untuk membuat sepasang anting-anting etnik adalah Rp24.000 dengan harga jual yang ditetapkan sebesar Rp30.000. Inisiatif pengembangan produk turunan ini diharapkan mampu memperluas akses pasar serta menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi kelompok penenun. Lebih jauh, program ini juga berkontribusi secara langsung pada berbagai instrumen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mencakup pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, inovasi industri, hingga praktik konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Berita Lainnya

Arsip terkait

Berita lain dari koperasi yang mungkin relevan.

Ada pertanyaan untuk koperasi?

Silakan kirimkan pesan Anda melalui formulir kontak yang telah tersedia