Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata, “Uma Tinung Kambata, Lestarikan Alam, Lestarikan Budaya, Pasti Bisa”

30 July 2026

Perkuat Identitas Wastra Sumba Timur, Bakti BCA Bekali Penenun Teknik Storytelling dan Pemasaran Digital

Bakti BCA, Dian Oerip, Wastra Sumba Timur, Kopmen Uma Tinung Kambata, Pemasaran Digital, Live Shopping, Storytelling, UMKM Kreatif.

-
SUMBA TIMUR — Sebagai upaya memperluas jangkauan pasar dan melestarikan warisan budaya lokal, program Bakti BCA menyelenggarakan Pelatihan Pemasaran Digital bagi Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata. Kegiatan pemberdayaan ini dilangsungkan selama dua hari, mulai tanggal 28 hingga 29 Juli 2026, bertempat di Rumah Galeri Tirta Hamu Lipanggolu, Sumba Timur. Kain Wastra Sumba Timur memiliki nilai estetika, filosofi, dan potensi ekonomi yang tinggi, namun para penenun masih dihadapkan pada kendala dalam strategi penjualan digital, pengelolaan marketplace, serta optimalisasi pemasaran secara online maupun offline. Menjawab tantangan tersebut, pelatihan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan teknologi sekaligus memperkuat identitas merek berbasis budaya agar para penenun mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari kelompok penenun Kambatatana, Wukukalara, Kawangu, dan Praikilimbatu. Dipandu oleh fasilitator Ibu Dian Erra Kumalasari (Dian Oerip), seorang desainer fesyen sekaligus pendiri Oerip Indonesia. Peserta pada hari pertama diajak untuk memahami pentingnya storytelling (penceritaan) sebagai fondasi utama pemasaran wastra. Narasi identitas produk difokuskan untuk menjawab lima aspek fundamental: asal muasal kain, sosok penenun pembuatnya, nama dan makna filosofis motif, bahan baku dan teknik pewarnaan, serta fungsi kain tersebut dalam kehidupan. Puncak antusiasme dan keberhasilan pelatihan terlihat pada hari kedua saat peserta mempraktikkan penjualan secara langsung (live shopping) melalui akun media sosial milik Ibu Dian Oerip. Selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit bersiaran, para peserta sukses menjual 11 lembar kain wastra. Penjualan tersebut sukses membukukan total omzet pendapatan sebesar Rp12.100.000, dengan total laba yang masuk ke koperasi mencapai Rp950.000. Uniknya, setiap kali terjadi transaksi pembelian, para penenun secara interaktif menyanyikan lagu daerah Sumba sebagai wujud apresiasi kepada pembeli. Selain praktik pemasaran digital, peserta juga mendapatkan materi inovasi produk berupa simulasi pembuatan desain motif kain yang lebih sederhana dan minimalis, seperti motif Mamuli, Singa, Tangawahil, dan Patola Bunga. Inovasi corak yang tidak terlalu padat ini sengaja dirancang untuk memenuhi selera konsumen modern serta memudahkan perancang busana (designer) saat mengolah kain menjadi pakaian jadi, tas, maupun dompet. Sebagai tindak lanjut strategis dari pelatihan ini, Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata dan Oerip Indonesia telah mencapai kesepakatan kerja sama awal (secara verbal) terkait hilirisasi pemasaran wastra tenun. Keduanya menyepakati skema penjualan sistem konsinyasi (titip jual) dengan pelaksanaan stock opname setiap dua minggu sekali, yang rencananya akan segera dilegalkan melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU). Inisiatif penguatan kelembagaan dan UMKM kreatif ini juga sejalan dengan komitmen dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya pada poin pengentasan kemiskinan (SDG 1), kesetaraan gender (SDG 5), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta inovasi industri (SDG 9).

Berita Lainnya

Arsip terkait

Berita lain dari koperasi yang mungkin relevan.

Ada pertanyaan untuk koperasi?

Silakan kirimkan pesan Anda melalui formulir kontak yang telah tersedia