Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata, “Uma Tinung Kambata, Lestarikan Alam, Lestarikan Budaya, Pasti Bisa”

24 October 2025

Tingkatkan Kemandirian Komunitas, Bakti BCA Fasilitasi Pembentukan Koperasi Wastra Sumba Timur

Bakti BCA, CECT Trisakti, Wastra Sumba Timur, Koperasi Serba Usaha, Tata Kelola Kelembagaan.

-
SUMBA TIMUR – Upaya penguatan kapasitas penenun wastra Sumba Timur tidak berhenti pada seremoni kick-off. Usai peresmian pada 23 Oktober 2025, sebanyak 50 anggota dari empat kelompok penenun (Desa Kambatatana, Wukukalara, Kawangu, dan Praikilimbatu) langsung mengikuti Pelatihan Kelembagaan dan Tata Kelola. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pendampingan Wastra yang diinisiasi oleh Bakti BCA bersama CECT Sustainability Universitas Trisakti. Pelatihan ini bertujuan menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman anggota kelompok mengenai konsep kelembagaan, tata kelola, dan pentingnya lembaga formal untuk keberlanjutan usaha. Narasumber utama, Dr. Maria Ariesta Utha dari Universitas Trisakti, membekali para peserta dengan materi seputar pentingnya kelembagaan, struktur organisasi, fungsi kepengurusan, dan praktik terbaik (best practice) kelembagaan wastra. Hasil pelatihan menunjukkan dampak yang signifikan. Dari evaluasi pre-test, rata-rata pemahaman awal peserta terkait kelembagaan berada di angka 55,25%. Namun, setelah mengikuti serangkaian materi dan diskusi interaktif, hasil post-test melonjak drastis dengan rata-rata pemahaman mencapai 88,3%. Peningkatan ini membuktikan bahwa para penenun berhasil menyerap materi dengan baik. Lebih dari sekadar teori, pelatihan ini menghasilkan langkah nyata. Puncak acara ditandai dengan penandatanganan dokumen inisiasi pembentukan kelembagaan formal oleh perwakilan keempat kelompok. Mereka secara aklamasi sepakat untuk melebur menjadi satu wadah, yakni Koperasi Serba Usaha (KSU). Keputusan ini diambil melalui musyawarah mufakat, mencerminkan kebutuhan akan organisasi yang lebih terarah, memiliki legalitas, akses jejaring yang luas, serta mampu melindungi kelestarian budaya secara hukum. Bahkan, dalam kesempatan tersebut, telah diajukan kandidat ketua pengurus KSU yang mewakili masing-masing kelompok. Nama-nama seperti Alexander Ng. Lili (Kambatatana), Diana K. Lena (Wukukalara), Keba Roti (Kawangu), dan Yonatan L. Praing (Praikilimbatu) muncul sebagai kandidat penggerak koperasi masa depan ini. Langkah selanjutnya bagi komunitas ini adalah pendampingan penyusunan AD/ART dan pengurusan legalitas KSU ke dinas terkait, hingga pendaftaran ke Kementerian Hukum dan HAM. Dengan terbentuknya Koperasi Serba Usaha, diharapkan daya saing dan kesejahteraan penenun wastra Sumba Timur akan semakin meningkat, beriringan dengan lestarinya warisan budaya leluhur.

Berita Lainnya

Arsip terkait

Berita lain dari koperasi yang mungkin relevan.

Ada pertanyaan untuk koperasi?

Silakan kirimkan pesan Anda melalui formulir kontak yang telah tersedia