Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata, “Uma Tinung Kambata, Lestarikan Alam, Lestarikan Budaya, Pasti Bisa”

20 February 2026

Koperasi Uma Tinung Kambata Sumba Timur Siap Akses Permodalan Melalui Pelatihan Pengelolaan Dana Keberlanjutan

Bakti BCA, Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata, Pendanaan Berkelanjutan, Wastra Alam Sumba Timur

-
SUMBA TIMUR – Guna memperkuat keberlanjutan usaha kelompok penenun lokal, program Bakti BCA bekerja sama dengan CECT Sustainability Universitas Trisakti menyelenggarakan "Pelatihan Akses dan Pengelolaan Dana Berkelanjutan". Kegiatan pemberdayaan ini berlangsung selama dua hari pada 18-19 Februari 2026, bertempat di Rumah Galeri Tirta Hamu Lipanggolu, Desa Kambatatana, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Pelatihan ini dirancang sebagai tahapan lanjutan strategis untuk menjawab tantangan keterbatasan akses modal yang kerap membatasi inovasi dan ekspansi usaha. Sebanyak 50 peserta yang didominasi oleh perempuan (70%) hadir mewakili pengurus, pengawas, dan anggota Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata. Para peserta tersebut berasal dari empat kelompok penenun yang mencakup Kelompok Kawangu, Praikilimbatu, Kambatatana, dan Wukukalara. Marta Muslin, S.H., M.M., fasilitator dari Tim Expert CECT Sustainability Universitas Trisakti, memandu jalannya sesi yang berfokus pada integrasi prinsip keberlanjutan dari aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Dalam forum ini, turut ditegaskan kembali keputusan strategis perubahan bentuk lembaga dari Koperasi Serba Usaha (KSU) menjadi Koperasi Konsumen guna melayani kebutuhan harian dan bahan baku produksi tenun anggota. Selama pelatihan, peserta diajak melakukan pemetaan aset lokal melalui analisis SWOT serta menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) menggunakan kerangka SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Dari diskusi partisipatif tersebut, lahir berbagai inisiatif pengembangan, termasuk perlunya diversifikasi usaha ke sektor budidaya pewarna alam seperti nila dan mengkudu, pengembangan produk turunan, serta strategi efisiensi pemasaran melalui pembuatan katalog produk. Peserta juga diarahkan untuk merinci kebutuhan alat operasional secara sistematis dan memasukkan alokasi dana darurat sebesar 10% dalam setiap penyusunan anggaran proposal. Peningkatan kapasitas manajerial peserta terbukti secara terukur melalui hasil evaluasi kegiatan. Berdasarkan data post-test pada hari kedua, tingkat pemahaman peserta terkait akses dana dan permodalan mencapai 86%, sementara pemahaman mengenai dana berkelanjutan menyentuh angka 98,6%. Sebagai langkah konkret pasca-pelatihan, Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata menargetkan penyelarasan rencana kerja ke dalam draf proposal pendanaan yang kredibel. Proposal ini nantinya dipersiapkan untuk diajukan kepada berbagai sumber pendanaan eksternal, baik lembaga pendonor mitra maupun perbankan melalui skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Berita Lainnya

Arsip terkait

Berita lain dari koperasi yang mungkin relevan.

Ada pertanyaan untuk koperasi?

Silakan kirimkan pesan Anda melalui formulir kontak yang telah tersedia