Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata, “Uma Tinung Kambata, Lestarikan Alam, Lestarikan Budaya, Pasti Bisa”

29 January 2026

Tingkatkan Kapasitas Usaha, Koperasi Penenun Wastra di Sumba Timur Ikuti Pelatihan Sistem Keuangan dari Bakti BCA

Bakti BCA, Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata, Sumba Timur, Pelatihan Keuangan Koperasi, CECT Trisakti.

-
SUMBA TIMUR – Dalam kerangka mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pelestarian budaya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA menyelenggarakan Pelatihan Sistem Keuangan Koperasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 27 hingga 28 Januari 2026, bertempat di Rumah Galeri Tirta Hamu Lipanggolu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Program ini menyasar para pelaku usaha mikro dan pengrajin wastra lokal guna memperkuat kemandirian ekonomi mereka. Pelatihan ini melibatkan 50 orang peserta yang merupakan pengurus, pengawas, dan anggota dari Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata. Para peserta berasal dari empat kelompok penenun, yaitu Kelompok Kawangu, Praikilimbatu, Kambatatana, dan Wukukalara. Mayoritas peserta pelatihan ini adalah perempuan dengan komposisi mencapai 70 persen, sementara peserta laki-laki sebanyak 30 persen. Dalam pelaksanaannya, BCA menggandeng fasilitator dan tim pendamping dari CECT Sustainability Universitas Trisakti. Pelatihan ini digelar dengan beberapa tujuan utama, di antaranya: - Meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip dasar perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan penentuan harga jual produk. - Mendorong penerapan praktik pencatatan keuangan yang lebih tertib, sistematis, dan sesuai dengan prinsip dasar akuntansi koperasi. - Meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun laporan keuangan sederhana untuk mendukung transparansi serta akuntabilitas pengelolaan koperasi. Materi pelatihan dibagi menjadi dua fokus utama. Pada hari pertama, peserta mempelajari konsep dasar HPP, perhitungan penyusutan aset, dan metode penentuan harga jual. Sementara pada hari kedua, materi difokuskan pada pengelolaan pencatatan keuangan koperasi yang meliputi persamaan dasar akuntansi, metode pencatatan persediaan, dan penyusunan laporan keuangan. Metode pembelajaran yang digunakan sangat partisipatif dan interaktif, mencakup penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, hingga klinik pendampingan. Antusiasme dan tingkat partisipasi para pengrajin wastra ini sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan skor evaluasi peserta, di mana nilai rata-rata post-test pada hari pertama secara keseluruhan melonjak mencapai 82,5 persen. Sebagai penutup dari kegiatan pelatihan ini, fasilitator dan peserta menyepakati beberapa rencana tindak lanjut pascapelatihan, yang meliputi, penyusunan draf perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) oleh masing-masing kelompok penenun, penetapan standar harga jual untuk produk kain tenun sebagai acuan bersama dalam mengembangkan usaha, penyusunan serta penerapan pencatatan laporan keuangan koperasi yang berbasis prinsip akuntansi secara bertahap dan berkelanjutan.

Berita Lainnya

Arsip terkait

Berita lain dari koperasi yang mungkin relevan.

Ada pertanyaan untuk koperasi?

Silakan kirimkan pesan Anda melalui formulir kontak yang telah tersedia