Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata, “Uma Tinung Kambata, Lestarikan Alam, Lestarikan Budaya, Pasti Bisa”

04 December 2025

Bakti BCA Berdayakan Pengrajin Wastra Sumba Timur Melalui Pelatihan Manajemen Koperasi Serba Usaha

Bakti BCA, Wastra Sumba Timur, CECT Trisakti, Koperasi Serba Usaha, Pelatihan Koperasi

-
SUMBA TIMUR – Sebagai wujud komitmen terhadap Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan pelestarian budaya Sumba Timur, Bakti BCA bekerja sama dengan CECT Sustainability Universitas Trisakti sukses menyelenggarakan Pelatihan Manajemen dan Administrasi Kelompok Wastra BCA. Kegiatan pelatihan ini dilangsungkan selama dua hari, yakni pada tanggal 2 hingga 3 Desember 2025, bertempat di Rumah Galeri Tirta Hamu Lipanggolu, Waingapu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program pendampingan ini difokuskan kepada masyarakat lokal pengrajin tenun yang tersebar di empat wilayah, yaitu Desa Persiapan Praikilimbatu, Desa Kambatatana, Kelurahan Kawangu, dan Desa Wukukalara. Sebanyak 50 orang anggota kelompok penenun hadir sebagai peserta, yang didominasi oleh laki-laki sebanyak 16 orang (32%) dan perempuan sebanyak 34 orang (68%). Advokasi yang intensif dari pihak penyelenggara berhasil menyatukan kesepakatan para penenun untuk mentransformasikan kelompok mereka menjadi lembaga formal berupa Koperasi Serba Usaha. Dipandu oleh Bapak Muhammad Hadi Bazeher selaku Praktisi Koperasi Serba Usaha, pelatihan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman, keterampilan, serta tingkat profesionalisme anggota dalam berlembaga. Para peserta dibekali dengan berbagai materi esensial, mulai dari dasar hukum perkoperasian, alat perlengkapan organisasi, pengelolaan Sisa Hasil Usaha (SHU), hingga praktik pencatatan kelengkapan administrasi dan keuangan koperasi. Salah satu capaian penting dari kegiatan ini adalah terbentuknya draf struktur kelembagaan koperasi. Berdasarkan kesepakatan, Alexander Ng Lili dipercaya sebagai Ketua Pengurus, Diana Kalara L. sebagai Sekretaris, dan Keba Roti sebagai Bendahara. Selain itu, posisi Ketua Pengawas diamanatkan kepada Katanga Teul. Tingkat pemahaman peserta terhadap materi menunjukkan lonjakan yang sangat positif. Hal ini dibuktikan oleh nilai rata-rata post-test yang mencapai angka 98,61% pada akhir hari kedua pelatihan. Pemahaman ini menjadi modal dasar kesadaran kolektif pengrajin mengenai peran, hak, dan kewajiban mereka agar lembaga dapat dikelola secara transparan dan profesional. Sebagai langkah tindak lanjut, kelompok ini akan melakukan finalisasi draf Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta melengkapi dokumen kelembagaan untuk pengajuan SK Badan Hukum kepada Kementerian Hukum dan HAM. Ke depannya, pengembangan unit usaha koperasi akan diarahkan pada penguatan rantai pasok bahan baku pewarna alam, standardisasi kualitas wastra, diversifikasi turunan produk tenun, hingga strategi penguatan pemasaran secara digital maupun konvensional.

Berita Lainnya

Arsip terkait

Berita lain dari koperasi yang mungkin relevan.

Ada pertanyaan untuk koperasi?

Silakan kirimkan pesan Anda melalui formulir kontak yang telah tersedia